Sendawa adalah proses tubuh untuk melepaskan gas dari saluran pencernaan ke mulut secara alami. Terdapat udara yang ikut ditelan saat Anda makan dan minum dan udara tersebut dikeluarkan melalui sendawa.

Sementara susah sendawa terjadi karena otot saluran pencernaan yang disebut dengan sfingter esofagus bagian atas tidak dapat melepaskan udara ke atas untuk bersendawa, jadi udara tersebut terjebak di saluran pencernaan.

Kondisi susah bersendawa ini mungkin terdengar sepele namun menyebabkan penderitanya merasa kembung, sakit perut, dan tidak nyaman untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Penyebab susah sendawa adalah ketika otot sfingter esofagus bagian atau disebut juga dengan otot cricopharyngeus tidak dapat melepaskan gelembung udara. Otot sfingter esofagus adalah salah satu bagian otot dari sistem pencernaan yang terletak di ujung bawah tenggorokan atau tepat di bawah jakun di belakang tulang rawan krikoid.

Otot sfingter esofagus akan mengendur dan melepaskan ke bawah setiap kali Anda menelan dan melepaskan udara ke atas untuk bersendawa. Ketika otot ini tidak bekerja dengan baik, maka Anda akan kesulitan bersendawa.

Berdasarkan National Institute of Diabetes and Digestive and Ginjal Diseases (NIDDK), rata-rata orang bersendawa hingga 21 kali. Sulit bersendawa jarang terjadi, namun beberapa orang sehat tidak dapat melakukannya karena beberapa faktor risiko berikut ini:

Baca juga : Benjolan yang Tidak Berbahaya Pada Kulit Kita

  1. Intoleransi Laktosa

Orang dengan intoleransi laktosa tidak dapat memecah laktosa dalam produk susu sehingga mungkin mengalami kembung dan kesulitan bersendawa saat mencoba minum susu.

  1. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Gastroesophageal reflux disease (GERD) atau penyakit asam lambung adalah gangguan pencernaan dengan gejala termasuk gas, kembung setelah makan, tidak mampu bersendawa.

  1. Disfungsi Upper Esophageal Sphincter (UES)

Memiliki gejala dada berdegup kencang dan ketidakmampuan bersendawa, namun belum ada studi secara spesifik tentang penyebab susah sendawa dengan prevalensi kondisi ini.

  1. Dispepsia

Ketidaknyamanan perut bagian atas dengan gejala perut keroncongan, sering sendawa atau sulit sendawa, serta gas di perut meningkat.

Beberapa kondisi tersebut memiliki gejala susah sendawa atau meningkatkan faktor risiko dimana Anda memiliki ketidakmampuan sendawa dalam kondisi tertentu.

source: doktersehat.com

Write a comment:

*

Your email address will not be published.

© 2020 - RS Karanggede support by PT. PMI

Telepon Kami       (029) 8610600