Batu Empedu : Gejala hingga Pencegahannya

by penjurumedia | Dec 19, 2019

Batu empedu atau gallstoneadalah endapan cairan pencernaan yang mengeras dan terbentuk di kantung empedu. Batu  memiliki ukuran mulai dari sekecil butiran pasir hingga sebesar bola golf. Beberapa orang mengembangkan hanya satu batu empedu, sementara yang lain mengembangkan banyak batu empedu secara bersamaan. Simak gejala batu empedu, hingga pencegahan batu empedu selengkapnya di bawah ini.

Gejala batu empedu sering tidak menimbulkan gejala. Seseorang biasanya mengetahui memiliki penyakit batu empedu ketika sedang diperiksa untuk penyakit lain. Oleh karena itu, ada baiknya Anda mengetahui gejala batu empedu sejak dini.

Berikut ini adalah gejala batu yang bisa dikenali, antara lain:

  • Nyeri yang tiba-tiba dan meningkat dengan cepat di bagian kanan atas perut.
  • Nyeri yang tiba-tiba dan semakin intensif di bagian tengah perut, tepat di bawah tulang dada.
  • Nyeri punggung di antara tulang belikat.
  • Rasa sakit di bahu kanan.
  • Mual atau muntah.
  • Nyeri batu empedu dapat berlangsung beberapa menit hingga beberapa jam.

Baca juga: Manfaat Daun Tapak Liman yang mesti Anda Ketahui!

Pengobatan pada umumnya, berdasarkan gejala dan hasil diagnosis. Meski begitu, banyak orang dengan batu empedu tanpa gejala tidak memerlukan perawatan

Pilihan pengobatan untuk batu empedu yang bisa dicoba, di antaranya:

  • Obat-obatan

Jika Anda memiliki kondisi medis dan dokter menyarankan tidak harus menjalani operasi batu empedu, dokter mungkin meresepkan obat batu empedu seperti obat sursodiol (Actigall) dan chenodiol (Chenix). Obat ini bekerja untuk melarutkan batu kolesterol. Diare ringan dapat menjadi efek samping dari kedua obat ini.

Kelemahan dari menggunakan obat batu empedu adalah Anda mungkin harus mengonsumsinya selama bertahun-tahun untuk benar-benar meluruhkan batu empedu. Selain itu, batu empedu bisa kembali kambuh setelah Anda berhenti minum obat.

  • Operasi

Banyak orang dengan batu empedu menjalani operasi untuk mengeluarkan kantong empedu. Terdapat dua jenis operasi, di antaranya:

1. Kolesistektomi laparoskopi

Selama prosedur ini, instrumen, cahaya, dan kamera dimasukkan melewati beberapa sayatan kecil di perut. Dokter bedah akan melihat bagian dalam tubuh melalui laparoskop yang diproyeksikan melalui monitor, lalu kantung empedu diambil. Prosedur ini biasanya tidak membutuhkan rawat inap, Anda bisa pulang pada hari yang sama.

2. Kolesistektomi Terbuka

Dokter bedah melakukan pemotongan perut yang lebih besar untuk mengangkat kantong empedu. Anda akan tinggal di rumah sakit selama beberapa hari setelah operasi.

Jika batu empedu berada di saluran empedu, dokter dapat menggunakan ERCP untuk menemukan dan menghapusnya sebelum atau selama operasi kantong empedu.

Baca juga: Perawatan dan Pencegahan Abrasi Gigi

Pencegahan beberapa faktor yang meningkatkan risiko pengembangan batu empedu seperti usia, jenis kelamin, dan ras, tidak dapat diubah.

Namun, jika Anda menjalani diet vegetarian ada kemungkinan hal itu dapat mengurangi risiko pengembangan batu empedu. Mereka yang menjalankan gaya hidup vegetarian secara signifikan lebih rendah terkena batu empedu dibandingkan dengan orang yang sering makan daging.

Beberapa pakar mengatakan diet rendah lemak dan diet tinggi serat (buah dan sayuran) dapat membantu melindungi dari pengembangan batu empedu. Selain itu, mengontrol berat badan juga dapat membantu mencegah pembentukan batu empedu.

source: doktersehat.com

Written By penjurumedia

Related Posts

Mengenal Monkeypox (Cacar Monyet)

Mengenal Monkeypox (Cacar Monyet)

Monkeypox atau cacar monyet adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Monkeypox. Penyakit ini awalnya menular dari hewan ke manusia melalui cairan tubuh atau...

Tips Sehat Selama Berpuasa

Tips Sehat Selama Berpuasa

Selama berpuasa, ada beberapa tips sehat yang dapat diikuti. Pertama, penting untuk sahur dan buka puasa dengan makanan yang mengandung gizi yang seimbang dan...

Tips Cegah Sembelit Anak

Tips Cegah Sembelit Anak

Sembelit merupakan salah satu gangguan pencernaan yang sering terjadi pada anak. Anak dikatakan mengalami sembelit jika ia buang air besar kurang dari 3 kali...

Tanda & Gejala Patah Tulang

Tanda & Gejala Patah Tulang

Patah tulang atau fraktur adalah kondisi ketika tulang patah sehingga bentuk atau bahkan posisinya berubah. Patah tulang dapat terjadi jika tulang menerima...

Comments

0 Comments