No Results Found.
The page you requested could not be found. Try refining your search, or use the navigation above to locate the post.
Batu empedu atau gallstoneadalah endapan cairan pencernaan yang mengeras dan terbentuk di kantung empedu. Batu memiliki ukuran mulai dari sekecil butiran pasir hingga sebesar bola golf. Beberapa orang mengembangkan hanya satu batu empedu, sementara yang lain mengembangkan banyak batu empedu secara bersamaan. Simak gejala batu empedu, hingga pencegahan batu empedu selengkapnya di bawah ini.
Gejala batu empedu sering tidak menimbulkan gejala. Seseorang biasanya mengetahui memiliki penyakit batu empedu ketika sedang diperiksa untuk penyakit lain. Oleh karena itu, ada baiknya Anda mengetahui gejala batu empedu sejak dini.
Berikut ini adalah gejala batu yang bisa dikenali, antara lain:
Baca juga: Manfaat Daun Tapak Liman yang mesti Anda Ketahui!
Pengobatan pada umumnya, berdasarkan gejala dan hasil diagnosis. Meski begitu, banyak orang dengan batu empedu tanpa gejala tidak memerlukan perawatan
Pilihan pengobatan untuk batu empedu yang bisa dicoba, di antaranya:
Jika Anda memiliki kondisi medis dan dokter menyarankan tidak harus menjalani operasi batu empedu, dokter mungkin meresepkan obat batu empedu seperti obat sursodiol (Actigall) dan chenodiol (Chenix). Obat ini bekerja untuk melarutkan batu kolesterol. Diare ringan dapat menjadi efek samping dari kedua obat ini.
Kelemahan dari menggunakan obat batu empedu adalah Anda mungkin harus mengonsumsinya selama bertahun-tahun untuk benar-benar meluruhkan batu empedu. Selain itu, batu empedu bisa kembali kambuh setelah Anda berhenti minum obat.
Banyak orang dengan batu empedu menjalani operasi untuk mengeluarkan kantong empedu. Terdapat dua jenis operasi, di antaranya:
1. Kolesistektomi laparoskopi
Selama prosedur ini, instrumen, cahaya, dan kamera dimasukkan melewati beberapa sayatan kecil di perut. Dokter bedah akan melihat bagian dalam tubuh melalui laparoskop yang diproyeksikan melalui monitor, lalu kantung empedu diambil. Prosedur ini biasanya tidak membutuhkan rawat inap, Anda bisa pulang pada hari yang sama.
2. Kolesistektomi Terbuka
Dokter bedah melakukan pemotongan perut yang lebih besar untuk mengangkat kantong empedu. Anda akan tinggal di rumah sakit selama beberapa hari setelah operasi.
Jika batu empedu berada di saluran empedu, dokter dapat menggunakan ERCP untuk menemukan dan menghapusnya sebelum atau selama operasi kantong empedu.
Baca juga: Perawatan dan Pencegahan Abrasi Gigi
Pencegahan beberapa faktor yang meningkatkan risiko pengembangan batu empedu seperti usia, jenis kelamin, dan ras, tidak dapat diubah.
Namun, jika Anda menjalani diet vegetarian ada kemungkinan hal itu dapat mengurangi risiko pengembangan batu empedu. Mereka yang menjalankan gaya hidup vegetarian secara signifikan lebih rendah terkena batu empedu dibandingkan dengan orang yang sering makan daging.
Beberapa pakar mengatakan diet rendah lemak dan diet tinggi serat (buah dan sayuran) dapat membantu melindungi dari pengembangan batu empedu. Selain itu, mengontrol berat badan juga dapat membantu mencegah pembentukan batu empedu.
source: doktersehat.com

Monkeypox atau cacar monyet adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Monkeypox. Penyakit ini awalnya menular dari hewan ke manusia melalui cairan tubuh atau...
Apakah anak sering batuk pilek itu normal? Batuk pilek pada anak memang umum terjadi dan seringkali disebabkan oleh infeksi...
Saat musim pancaroba, tubuh rentan terhadap berbagai penyakit karena perubahan cuaca yang...
DBD (Demam Berdarah Dengue) adalah penyakit yang serius dan dapat mengancam nyawa. Oleh karena itu, sangat penting...
Selama berpuasa, ada beberapa tips sehat yang dapat diikuti. Pertama, penting untuk sahur dan buka puasa dengan makanan yang mengandung gizi yang seimbang dan...
Pahami Arti Mata Terkait Kesehatanmu. Mata adalah salah satu organ penting dalam tubuh kita. Warna mata dapat memberikan petunjuk tentang kondisi kesehatan...
Sembelit merupakan salah satu gangguan pencernaan yang sering terjadi pada anak. Anak dikatakan mengalami sembelit jika ia buang air besar kurang dari 3 kali...
Stroke adalah kondisi ketika pasokan darah ke otak terganggu karena penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Kondisi ini...
Hipertensi Pada Ibu Hamil, Bahaya atau Tidak? Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg. Wanita hamil termasuk kelompok yang...
Patah tulang atau fraktur adalah kondisi ketika tulang patah sehingga bentuk atau bahkan posisinya berubah. Patah tulang dapat terjadi jika tulang menerima...
0 Comments