No Results Found.
The page you requested could not be found. Try refining your search, or use the navigation above to locate the post.
Apakah sarapan roti sehat? Roti menjadi salah satu makanan pokok yang banyak dikonsumsi di seluruh dunia selama ribuan tahun. Roti dibuat dari adonan yang terdiri dari tepung, air, dan masih banyak bahan tambahan lainnya. Terlepas dari kepopulerannya, roti sering dicirikan sebagai panganan yang tidak sehat, berbahaya dan dapat membuat gemuk.
Dikutip dari Healthline, ternyata roti juga memiliki efek yang buruk untuk tubuh. Berikut ini merupakan beberapa alasan yang membuktikan mengkonsumsi roti tidak selalu baik untuk tubuh.
Baca juga: Makan Pagi Menentukan Kalo Ingin Cepat Langsing?
1. Rendah nutrisi penting
Dibandingkan dengan makanan lain seperti buah-buahan dan sayuran, roti relatif lebih rendah nutrisi pentingnya. Kandungan kalori dan karbohidrat dalam roti juga sedikit tinggi, tetapi rendah protein, lemak, serat, vitamin, dan mineral.
Namun ada juga jenis roti yang memiliki kandungan berbeda, misalnya roti gandum. Roti gandum memiliki jumlah serat yang lebih tinggi. Biji gandum yang termasuk dalam biji-bijian lebih kaya akan beta-karoten dan vitamin C dan E.
2. Mengandung Gluten
Roti juga mengandung gluten, yaitu sejenis protein spesifik yang membantu adonan untuk naik dan memberikan tekstur elastis. Meskipun sebagian besar orang bisa mencerna gluten dengan baik, ada juga yang tidak, seperti contoh orang dengan penyakit celiac.
Celiac adalah gangguan autoimun yang disebabkan karena gluten merusak lapisan usus kecil dan merusak penyerapan nutrisi.
Selain itu, beberapa orang yang juga peka terhadap gluten dapat menyebabkan masalah lain, seperti kembung, diare, dan sakit perut. Untuk orang-orang seperti ini, dianjurkan untuk menghindari konsumsi roti gandum dan lebih baik memakan roti bebas gluten yang biasanya dibuat dari tapioka, beras merah atau tepung kentang.
3. Tinggi Karbohidrat
Rata-rata dalam roti mengandung karbohidrat sebesar 13 gram, sedangkan tubuh memiliki kemampuan untuk memecah karbohidrat menjadi glukosa. Keadaan ini menyebabkan peningkatan kadar gula dalam darah.
Kandungan karbohidrat tinggi yang ada pada roti juga dapat meningkatkan gula darah dan memunculkan kembali rasa lapar. Hal ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko diabetes serta sindrom metabolik.
4. Mengandung Antrinutrien
Roti gandum utuh dibuat dari tepung biji gandum yang dikenal lebih sehat dari roti lainnya. Namun, biji-bijian ternyata mengandung antinutrien seperti asam fitat, yang dapat menghambat penyerapan mineral, seperti zat besi, seng, magnesium dan kalsium.
Baca juga: Dampak Bila Obat Sembarangan di Gerus
source: health.detik.com
Monkeypox atau cacar monyet adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Monkeypox. Penyakit ini awalnya menular dari hewan ke manusia melalui cairan tubuh atau...
Apakah anak sering batuk pilek itu normal? Batuk pilek pada anak memang umum terjadi dan seringkali disebabkan oleh infeksi...
Saat musim pancaroba, tubuh rentan terhadap berbagai penyakit karena perubahan cuaca yang...
DBD (Demam Berdarah Dengue) adalah penyakit yang serius dan dapat mengancam nyawa. Oleh karena itu, sangat penting...
Selama berpuasa, ada beberapa tips sehat yang dapat diikuti. Pertama, penting untuk sahur dan buka puasa dengan makanan yang mengandung gizi yang seimbang dan...
Pahami Arti Mata Terkait Kesehatanmu. Mata adalah salah satu organ penting dalam tubuh kita. Warna mata dapat memberikan petunjuk tentang kondisi kesehatan...
Sembelit merupakan salah satu gangguan pencernaan yang sering terjadi pada anak. Anak dikatakan mengalami sembelit jika ia buang air besar kurang dari 3 kali...
Stroke adalah kondisi ketika pasokan darah ke otak terganggu karena penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Kondisi ini...
Hipertensi Pada Ibu Hamil, Bahaya atau Tidak? Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg. Wanita hamil termasuk kelompok yang...
Patah tulang atau fraktur adalah kondisi ketika tulang patah sehingga bentuk atau bahkan posisinya berubah. Patah tulang dapat terjadi jika tulang menerima...
0 Comments