Zat Yang Berbahaya Pada Vape

Zat yang berbahaya pada vape. Masih soal kontroversi rokok elektrik atau vape. Satu sisi, vape disebut-sebut lebih aman karena tidak mengandung tar, zat berbahaya yang ada di rokok konvensional. Namun di sisi lain menyebut, vape justru lebih berbahaya karena beberapa zat yang ada pada cairan atau liquidnya.

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), FISR, FAPSR mengatakan bahwa benar jika uap vape tidak mengandung karbon monoksida dan tar. Namun ada tiga komponen yang membuat vape berbahaya, dan bahkan disebut lebih berbahaya dari rokok konvensional.

“Tiga komponen utama rokok elektronik adalah nikotin, efek jangka pendeknya adiksi. Karsinogen, beberapa terbukti efeknya jangka panjang menyebabkan kanker,” ujarnya saat ditemui detikcom di kantor pusat Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (24/9/2019).

Baca juga: Cara Mencegah Diabetes Sejak Dini

“Komponen ketiga yang bersifat iritatif dan toksik, sehingga menyebabkan kerusakan sel akut sehingga menyebabkan kerusakan paru akut. Bahkan hanya dalam pemakaian 3 bulan,” imbuh dr Agus.

Menurut dr Agus, bukan nikotin yang paling berbahaya pada vape, melainkan zat toksik dan iritatif yang dapat menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan dan paru-paru. Bukan hanya itu, zat toksik dan iritatif ini juga dapat menyebabkan peradangan di jantung dan sistemik.

Zat-zat zat toksik dan iritatif ini seperti gliserol, aldehyde, logam, dan particulate matter (PM). Zat-zat ini dicurigai menjadi penyebab banyaknya kasus kerusakan paru-paru terkait vape di Amerika Serikat.

“Banyak variasi bahan kimianya, bukan satu tapi beberapa. Masih diperdalam, apa karena THC-nya (Tetrahydrocannabinol), apa karena minyaknya,” tandas dr Agus.

Baca juga: Makanan Baik Untuk Tulang Kita

Source: health.detik.com

Write a comment:

*

Your email address will not be published.

© 2019 - RS Karanggede support by PT. PMI

Telepon Kami       (029) 8610600