Apa Itu GERD?

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah gangguan pencernaan akibat otot antara kerongkongan dan lambung atau disebut juga dengan sfingter esofagus bagian bawah (LES) melemah sehingga menyebabkan asam lambung kembali naik ke kerongkongan.

Kondisi ini menyebabkan sensasi terbakar di dada, nyeri dada setelah makan, sulit menelan, dan apabila terjadi secara terus-menerus dapat mengiritasi kerongkongan serta menyebabkan peradangan.

Berdasarkan data dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), GERD adalah penyakit umum yang diderita 20 persen orang di Amerika Serikat dan 2 juta kasus di Indonesia per tahun.

Dalam kebanyakan kasus, gangguan pencernaan yang sering disebut sebagai penyakit asam lambung ini dapat diatasi melalui perubahan pola makan, gaya hidup, dan obat-obatan tertentu. Operasi mungkin dibutuhkan untuk kasus yang lebih serius.

Gejala GERD

Berikut ini adalah gejala penyakit asam lambung yang paling umum, yaitu:

  • Rasa tidak nyaman di dada
  • Sensasi seperti terbakar di dada, biasanya setelah makan
  • Nyeri dada
  • Kesulitan menelan
  • Sensasi benjolan di tenggorokan

Apabila Anda mengalami refluks asam lambung atau gejala naiknya asam lambung di malam hari, ciri-cirinya seperti:

  • Masalah tidur
  • Radang tenggorokan
  • Asma
  • Batuk kronis

Gejala khas lainnya dari penyakit asam lambung ini adalah Anda merasakan rasa asam atau pahit di belakang mulut Anda yang menyebabkan Anda mual dan ingin memuntahkan makanan dibarengi dengan rasa nyeri yang tidak nyaman.

Baca juga: Gejala, Pengobatan dan Pencegahan Gagal Ginjal Kronik

Penyebab GERD

Penyebab GERD adalah karena terjadinya refluks asam dalam frekuensi yang sering.

Dalam sistem pencernaan, terdapat katup otot di sekitar bagian bawah kerongkongan Anda atau disebut juga dengan sfingter esofagus bagian bawah (LES).

Fungsi sfingter esofagus ini adalah untuk mencegah agar asam dari lambung tidak naik ke atas. Saat Anda menelan, katup ini akan rileks dan terbuka lalu menutup kembali dengan kencang setelahnya.

Pada penderita GERD, katup tidak menutup dan mengencang dengan benar dan disinilah kondisi refluks asam terjadi dan memungkinkan cairan pencernaan dan isi perut naik ke kerongkongan.

Faktor Risiko GERD

Anda memiliki risiko lebih besar terkena penyakit asam lambung ini bila memiliki faktor-faktor berikut ini, yaitu:

  • Obesitas
  • Faktor kehamilan
  • Kondisi hiatal hernia, yaitu tonjolan bagian atas perut naik ke diafragma
  • Gangguan jaringan ikat
  • Telat makan

Kondisi penyakit asam lambung Anda dapat menjadi semakin parah apabila Anda memiliki kebiasaan berikut ini:

  • Merokok
  • Makan-makanan pemicu asam lambung naik, seperti makanan berlemak, gorengan, dll
  • Minum kopi atau alkohol
  • Minum obat-obatan tertentu
  • Makan dalam porsi besar dan cepat
  • Makan pada larut malam
  • Telat makan

Untuk mengatasinya, penting bagi Anda untuk mengurangi risiko penyakit asam lambung kambuh dengan pola makan sehat dan jadwal makan yang teratur.

source: doktersehat.com

Write a comment:

*

Your email address will not be published.

© 2020 - RS Karanggede support by PT. PMI

Telepon Kami       (029) 8610600